Rutan Kelas IIB Tarutung. Foto: Dok. Istimewa.
Visionkreatif.com – Tarutung. Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, belakangan ini menjadi sorotan publik. Rutan tersebut disinyalir menjadi lokasi aktivitas ilegal, termasuk dugaan peredaran narkoba dan praktik terlarang yang dikenal dengan modus lodes dan adanya dugaan perlakukan khusus bagi sejumlah Napi untuk Gunakan ponsel Senin, (26/01/2026).
Isu ini mencuat berdasarkan berbagai informasi dan pemberitaan publik yang beredar. Rutan Kelas IIB Tarutung yang saat ini dipimpin oleh Evan Yudha Putra Sembiring, Amd.IP., SH, sebagai Kepala Rutan, disebut-sebut menjadi perhatian masyarakat dan insan pers.
Berdasarkan penelusuran media ini, bahwa dalam satu pekan terakhir sejumlah media sedang menyoroti bagaimana kondisi Rutan Kelas IIB Tarutung saat ini, yang tidak jauh dari dugaan Praktik ilegal dan aktifitas yang tidak seharusnya digunakan Oleh Napi salah satunya adalah Ponsel.
Ada sejumlah Napi yang menjadi sorotan di Rutan Kelas IIB Tarutung, salah satunya adalah Tulus Matondang yang sebelumnya di sebut sebagai bos Permainan Ilegal di Rutan tersebut.
“Ga ada nama WBP itu bang di dalam rutan kami. Makasi abgnd,” tulis Karutan Evan melalui pesan WhatsApp.
Tak berhenti di situ, awak media juga melakukan konfirmasi kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sumatera Utara, Yudi Suseno, Bc.IP., S.Pd., M.Si, guna meminta tanggapan terkait dugaan yang menyeret Rutan Tarutung.
Melalui pesan WhatsApp, Kakanwil Ditjenpas Sumut menyarankan agar konfirmasi dilanjutkan ke bagian Media Center Kanwil.
“Tks bang. Abg bisa konfirm ke bang Erwin yaa, krn skrg sdh ada media center di kanwil. Beliau koordinatornya,” ujarnya pada Jumat, (23/01/2026).
Terpisah, awak media juga telah memintai tanggapan Erwin Simangunsong selaku Koordinator Humas Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara terkait issue di rutan Tarutung itu.
Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban atau tanggapan resmi dari pihak Kanwil Ditjenpas Sumut yang lebih memilih bungkam. (*)
