Ketua DPR RI Puan Maharani membuka Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 DPR RI. Foto: Dok. DPR RI
Visionkreatif.com – Jakarta. Ketua DPR Puan Maharani meminta proses pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 dilakukan hingga tuntas. Ia mengingatkan agar tidak ada korban yang terlewat dalam proses pencarian dan pendataan.
Puan meminta Basarnas, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta seluruh pihak terkait mengoptimalkan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan.
“Saya minta Basarnas, KSOP, dan seluruh pihak terkait untuk terus memprioritaskan dan mengoptimalkan operasi pencarian serta penyelamatan terhadap korban yang masih belum ditemukan,” tegas Puan dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Menurut Puan, proses evakuasi dan pendataan korban juga harus dilakukan secara menyeluruh dan akurat. Hal itu penting untuk memastikan seluruh penumpang KMP Virgo Transport 8 diketahui keberadaannya.
“Proses evakuasi dan pendataan yang masih berlangsung ini harus dikawal sampai tuntas, jangan sampai ada korban yang terlewat dari pencarian,” ungkap Puan.
Adapun KMP Virgo Transport 8 merupakan kapal penyeberangan rute Surabaya-Banjarmasin yang dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA akibat cuaca buruk.
Kapal yang membawa 243 orang tersebut terbalik di perairan Masalembo. Sejumlah penumpang kemudian berhasil dievakuasi.
Sebagian besar penumpang telah dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, hingga kini 6 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, sekitar 130 korban lainnya masih belum dipastikan nasibnya.
Proses evakuasi penumpang menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, masih berlangsung pada Senin (14/9/2026) pagi.Perbesa
Kementerian Perhubungan juga memastikan operasi pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Proses tersebut dilakukan bersamaan dengan evakuasi para penumpang yang telah ditemukan.
Puan mengatakan operasi penyelamatan korban harus menjadi prioritas dalam penanganan insiden tersebut.
“Saya turut berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden hilangnya kontak dan terbaliknya Kapal Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa,” kata Puan.
“Saya turut merasakan duka yang dialami keluarga korban, dan semoga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” lanjutnya.
Selain meminta pencarian dan evakuasi dilakukan hingga tuntas, Puan mendesak pemerintah segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecelakaan KMP Virgo Transport 8.
Investigasi diperlukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor alam, teknis, maupun faktor manusia.
“Pemerintah agar segera melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab kecelakaan ini, baik dari faktor alam, teknis, maupun manusia,” sebut Puan.
Puan mengatakan DPR melalui alat kelengkapan dewan (AKD) terkait akan mengawal proses investigasi tersebut. Menurutnya, penyebab kecelakaan perlu diketahui agar dapat menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa.
Puan turut menyoroti masih berulangnya kecelakaan kapal yang menyebabkan korban jiwa. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pembenahan sistem keselamatan transportasi laut secara menyeluruh.
“Kejadian kecelakaan di laut sudah terlalu sering berulang, dan ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi,” ujar Puan.
Ia meminta pemerintah melakukan perbaikan terhadap sistem keselamatan pelayaran nasional sehingga kecelakaan serupa tidak kembali menimbulkan banyak korban.
“Saya minta ada perbaikan sistem keselamatan pelayaran nasional secara menyeluruh, agar peristiwa serupa tidak kembali memakan korban jiwa,” pungkas Puan. (*)
