Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda Ulu 2 di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (27/8/2025). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Visiokreatif.com – Jakarta. Badan Gizi Nasional (BGN menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) bersama Kementerian PU dan Kementerian Dalam Negeri untuk pembangunan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di 806 titik. Nantinya, SPPG tersebut tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Pembangunan tersebut tidak hanya dilakukan oleh Kementerian PU. Akan ada pembagian, di mana BGN akan membangun 264 SPPG dan Kementerian PU akan membangun 542 SPPG.
“Alhamdulillah saya mendapatkan komitmen dari Kementerian PU bahwa di PU juga ada dana yang bisa digunakan yang bisa mempercepat itu sehingga nanti untuk daerah-daerah terpencil saya kira dana APBN akan ada,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana dalam penandatanganan SKB di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2025).
Untuk anggaran, Dadan tidak memberi detail total kebutuhan untuk membangun 806 SPPG tersebut. Namun, ia menuturkan biaya pembangunan diperkirakan Rp 2–3 miliar per unit.
Dadan menuturkan BGN masih memiliki anggaran sebesar Rp 6 triliun. Dana itu akan digunakan untuk membangun 1.542 SPPG, namun pembangunan dengan anggaran tersebut belum berjalan.
Saat ini, Dadan mencatat sudah terdapat 8.344 SPPG yang terbangun. Meski demikian, SPPG yang sudah ada tersebut merupakan hasil pendanaan masyarakat.
Jika pembangunan oleh Kementerian PU akan difokuskan di daerah terpencil, tertinggal, dan terdepan (3T), maka pembangunan SPPG di daerah aglomerasi akan mengandalkan kemitraan. BGN mencatat sudah ada beberapa mitra yang bersedia.
“Mulai dari TNI, Polri, Kadin, Muhammadiyah, NU, dan seluruh pihak yang memang sangat peduli dengan program ini. Dana yang dikeluarkan oleh mereka digunakan untuk pembangunan SPPG. Dan nanti ketika sudah jadi kemudian bermitra dengan Badan Gizi dan diberikan insentif oleh Badan Gizi,” ujar Dadan.
Saat ini jumlah SPPG di daerah aglomerasi sudah mencapai 29 ribu dari target 25 ribu. Meski begitu, belum semua SPPG tersebut diverifikasi.
Baca Juga: Serapan Anggaran MBG Rendah, Purbaya Minta Kepala BGN Jumpa Pers Tiap Bulan
“Langkah yang kami lakukan sekarang adalah bagaimana mempercepat proses verifikasinya. Alhamdulillah setiap hari rata-rata kami bisa verifikasi antara 100 sampai 150 SPPG sehingga angka SPPG bertambah setiap hari,” ujarnya.
Terkait SPPG yang akan dibangun oleh Kementerian PU, Menteri PU Dody Hanggodo menuturkan saat ini Kementerian PU juga sudah membangun tiga prototipe.
“Sebagai langkah awal, tiga unit percontohan telah dibangun di Jambi, Banjarnegara, dan Kebumen. Masing-masing dengan tipe konstruksi yang berbeda-beda,” kata Dody. (*)
