Calon presiden AS Kamala Harris berjabat tangan dengan Calon presiden AS Donald Trump saat debat kedua Pemilu AS di National Constitution Center di Philadelphia, Amerika Serikat, Rabu (11/9/2024). Foto: Alex Brandon/AP Photo
Visiokreatif.com – Perolehan sementara dalam pemilu presiden Amerika Serikat menunjukkan Donald Trump unggul dengan 216 suara elektoral, sementara Kamala Harris mengejar di belakang dengan 193 suara.
Ini merupakan hasil perhitungan per Selasa (05/11/2024) pukul 11 malam zona timur AS, atau pukul 11.30 WIB, Rabu (06/11/2024).
Di tengah persaingan ketat ini, Kamala berhasil memenangkan California, yang merupakan negara bagian dengan suara elektoral terbesar, yaitu 54 suara.
California: Basis Penting untuk Kamala Harris
Kemenangan Kamala di California sesuai dengan prediksi banyak pihak. Negara bagian ini sebelumnya juga dimenangkan oleh Presiden Joe Biden dalam pemilu 2020.
Dengan minimal 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk memenangkan kursi kepresidenan, kemenangan Kamala di California memberi dorongan signifikan bagi kandidat dari Partai Demokrat tersebut.
Trump Unggul Tipis di 6 Negara Bagian Kunci
Menurut hasil perhitungan suara sementara FoxNews, Donald Trump unggul tipis di enam negara bagian penentu.
Keenam negara tersebut adalah Georgia, Michigan, North Carolina, Pennsylvania, dan Wisconsin.
Di Arizona, Kamala dan Trump masih sama kuat. Keduanya sama-sama mengantongi 49 persen suara.
Meski demikian, perolehan ini bersifat sementara karena suara yang masuk masih belum maksimal. Namun, setengah negara bagian termasuk Pennsylvania pun telah menutup pemilihan.
Harapan Kamala di Tengah Dominasi Trump
Di Georgia, persaingan antara Trump dan Kamala masih berlangsung.
Saat ini, dikutip dari CNN, Trump memimpin dengan 51,8 persen suara, sementara Kamala baru meraih 47,2 persen suara dengan 81 persen suara yang sudah dihitung.
Analis John King dari CNN memprediksi ada kemungkinan pergeseran suara sepanjang malam.
Meski pada pemilu 2020 Trump sempat unggul signifikan di awal, perolehan suara berubah di hari-hari berikutnya, yang akhirnya memberi kemenangan tipis bagi Biden.
Namun, King mengingatkan bahwa belum tentu hasil yang sama akan terulang bagi Kamala.
“Ini hanya berarti ada kemungkinan matematis untuk perubahan, namun semua masih bergantung pada hasil suara yang tersisa,” ujar King. (Redaksi)
