Cocoon AI Summary Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, usai dilantik Majelis Nasional di Caracas, Senin (5/1/2026). Foto: Federico Parra/AFP
Visionkreatif.com – News World. Delcy Rodriguez, presiden sementara Venezuela, menegaskan bahwa negaranya tidak dikendalikan kekuatan asing, meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim Washington kini “menguasai” Venezuela dan akan menerima pasokan minyak.
Rodriguez menyampaikan pernyataan tersebut setelah operasi militer AS yang menangkap Presiden Maduro. Venezuela mengumumkan masa berkabung setelah serangan yang menewaskan 23 personel militer dan 32 tentara Kuba.
Presiden Venezuela yang baru dilantik, Delcy Rodriguez, menegaskan bahwa negaranya tidak berada di bawah kendali kekuatan asing, meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya mengklaim Washington kini “menguasai” Venezuela dan akan menerima jutaan barel minyak dari negara tersebut.
Rodriguez, yang sebelumnya menjabat wakil presiden di era Nicolas Maduro, menyampaikan pernyataan itu pada Selasa (6/1), tiga hari setelah pasukan khusus AS menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer di Caracas.
“Pemerintah Venezuela yang mengendalikan negara ini, bukan pihak lain,” kata Rodriguez sebagaimana dikutip AFP. “Tidak ada agen asing lain yang memerintah Venezuela,” tambahnya.
Pernyataan itu muncul di tengah sinyal yang dinilai bertolak belakang dari Rodriguez. Di satu sisi ia membuka ruang kerja sama dengan Washington, namun di sisi lain tetap menunjukkan sikap keras, terutama untuk menjaga dukungan kelompok garis keras yang menguasai aparat keamanan.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump secara terang-terangan menyebut otoritas baru Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi kepada AS.
Sementara itu, Pemerintah Venezuela menetapkan masa berkabung selama tujuh hari. Militer Venezuela untuk pertama kalinya mengonfirmasi korban jiwa dengan merilis daftar 23 personel tewas, termasuk lima jenderal, akibat serangan AS.
Sekutu dekat Venezuela, Kuba, secara terpisah melaporkan 32 personel militernya tewas, sebagian besar merupakan anggota pengawal pribadi Maduro.
Hingga kini, pemerintah Venezuela belum merilis data resmi mengenai korban sipil. Jaksa Agung Tarek William Saab menyebut ada puluhan korban dari kalangan sipil dan militer, tanpa rincian lebih lanjut. (*)
