Presiden Prabowo Subianto bersiap membuka Taklimat Awal Tahun saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Visionkreatif.com – Jakarta. Presiden Prabowo Subianto rencananya deklarasi Indonesia swasembada beras di Karawang, Jawa Barat, sebagai momentum penegasan keberhasilan swasembada karbohidrat.
Pemerintah juga menargetkan percepatan swasembada komoditas lain seperti jagung, bawang, dan protein hewani. Selain itu, pengembangan sektor perikanan dengan kampung nelayan dan kapal tangkap ikan juga dipersiapkan. Program Makan Bergizi Gratis ditargetkan menjangkau 82 juta orang pada Mei 2026.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri panen raya di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). Gelaran ini akan menjadi momentum penegasan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras.
Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, agenda tersebut bukan sekadar panen raya, melainkan deklarasi Indonesia tidak lagi mengimpor beras sepanjang 2025. Capaian ini menandai keberhasilan swasembada karbohidrat, meski pemerintah belum menyatakan swasembada pangan secara menyeluruh.
Pemerintah juga diminta mempercepat swasembada komoditas lain seperti jagung, bawang, hingga protein hewani.
Untuk sektor perikanan, pemerintah menargetkan percepatan pembangunan kampung nelayan dan penyediaan sekitar 1.582 kapal tangkap ikan.
Selain itu, pengembangan budidaya ikan darat juga didorong, dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai off taker melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Jadi selain kita swasembada pengennya swasembada pangan, karbohidrat, kita juga protein, termasuk kebutuhan telur,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan pada Mei 2026, jumlah penerima MBG mencapai 82 juta orang. Jika menu harian berupa telur, kebutuhan bisa mencapai 82 juta butir per hari, dengan estimasi kebutuhan ayam hingga ratusan juta ekor untuk memenuhi suplai protein.
Di sisi produksi dan cadangan beras, Pras menyebut pemerintah tidak boleh cepat puas dengan capaian 2025 yaitu stok akhir tahun tertinggi sepanjang sejarah pada posisi di atas 3 juta ton.
Selain itu, Pras juga mengeklaim pemerintah telah mengantisipasi sejumlah faktor risiko seperti cuaca dan iklim. Upaya yang dilakukan antara lain menjaga ketersediaan pupuk, menurunkan harga pupuk hingga 20 persen, memperbaiki irigasi, serta mengembangkan benih sesuai karakteristik wilayah tanam.
Terkait ekspor, pemerintah belum membuka ekspor beras secara komersial. Saat ini, Indonesia baru menyalurkan bantuan beras untuk Palestina, meskipun menurut dia ada permintaan dari negara sahabat seperti Malaysia.
“(Ekspor) sementara baru membantu Palestina. Tapi kalau ada beberapa permintaan memang dari beberapa negara-negara sahabat kita, untuk karena sebenarnya semua menghadapi masalah yang sama gitu,” tutupnya. (*)
