Penampakan Aksi Teatrikal DPC HIMAPSI Kota Pematangsiantar dan Sahabat Lingkungan. Foto: Visionkreatif Fictures.
Visionkreatif.com – Pematangsiantar. Aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) Kota Pematangsiantar bersama Sahabat Lingkungan (SALING) berubah menjadi sorotan publik setelah diwarnai teatrikal simbolik yang menyindir keras kepemimpinan daerah. Selasa, (14/04/2026)
Dalam aksi yang berlangsung pada Senin (13/04/2026), massa menghadirkan dua orang pemeran dengan karakter “Sekda Juned” dan “Wali Weslive”. Dalam adegan tersebut, sosok “Sekda Juned” digambarkan memegang berkas dan menarik “Wali Weslive” yang mengenakan kostum badut, seolah-olah mengendalikan arah kebijakan pemerintahan.
Teatrikal itu langsung menyita perhatian warga dan pengguna jalan di Kota Pematangsiantar karena dinilai sebagai kritik tajam terhadap dugaan dominasi birokrasi di lingkaran pemerintahan Kota Pematangsiantar.

Aksi Memanas, Terjadi Dorong-Dorongan
Sejak awal, aksi yang diikuti puluhan massa ini berlangsung dengan tensi tinggi. Massa HIMAPSI Siantar dan SALING sempat terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian yang berjaga di gerbang pintu masuk Kantor Walikota Pematangsiantar hingga akhirnya, massa berhasil menembus masuk ke halaman Kantor Wali Kota Pematangsiantar.
Ketegangan itu terjadi ketika massa mencoba merangsek masuk ke area yang dibatasi petugas. Aparat kepolisian berusaha menahan laju massa demi menjaga ketertiban, namun desakan dari demonstran membuat situasi sempat memanas.
Meski demikian, bentrokan fisik berhasil diredam dan aksi kembali dilanjutkan dengan orasi-orasi keras dari para aktivis.
Dalam orasinya, massa menyoroti dugaan penyalahgunaan wewenang dalam tubuh birokrasi serta lambannya penegakan sanksi terhadap pejabat yang dianggap melanggar aturan.
Aksi teatrikal yang ditampilkan disebut sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap kondisi pemerintahan saat ini, yang dinilai tidak transparan dan sarat kepentingan.
Sempat Sweeping di Kantor DPRD
Seblumnya massa terlebih dulu bergerak menuju Kantor DPRD Kota Pematangsiantar. Di lokasi tersebut, demonstran melakukan aksi sweeping untuk mencari keberadaan anggota dewan.
Namun, suasana kembali memanas ketika massa tidak menemukan perwakilan DPRD yang bersedia menemui mereka. Hal ini memicu kekecewaan dan teriakan protes dari peserta aksi.
Beberapa massa bahkan melakukan aksi simbolik dengan mengetuk pintu dan memanggil wakil rakyat agar keluar menemui mereka, dan massa juga melakukan Sweping di Kantor Ketua DPRD Kota Pematangsiantar dan massa sempat menduduki Ruang Rapat Gabungan Komisi.
Jadi Perbincangan Hangat
Aksi unjuk rasa ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di Kota Pematangsiantar, terutama karena teatrikal yang dianggap berani dan menyentil langsung figur-figur penting dalam pemerintahan.
Banyak warga menilai aksi tersebut sebagai bentuk kreativitas dalam menyampaikan kritik, sementara sebagian lainnya mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara tertib dan tidak memicu konflik.
Dengan rangkaian aksi mulai dari dorong-dorongan, teatrikal satire, hingga sweeping DPRD, demonstrasi HIMAPSI dan SALING ini diprediksi akan terus bergulir dan menjadi salah satu isu paling hangat di Pematangsiantar dalam beberapa hari ke depan.
Adapun tuntutan para Pengunjukrasa dari DPC HIMAPSI Pematangsiantar dan Sahabat Lingkungan (SALING) itu diantaranya adalah;
1. Mendesak Wali Kota Pematangsiantar menjatuhkan sanksi disiplin tingkat berat kepada Sekretaris Daerah.
2. Meminta pencopotan dan sanksi terhadap tim Inspektorat yang terlibat dugaan rekayasa.
3. Mendorong intervensi pemerintah pusat jika rekomendasi BKN diabaikan. (*)
