Foto: Ilustrasi.
Visionkreatif.com – Edisi Edukasi Lingkungan. Penyelenggaraan road race dapat menjadi kegiatan olahraga, hiburan, sekaligus wadah pembinaan atlet muda. Namun, apabila tidak dikelola dengan prinsip ramah lingkungan, kegiatan yang melibatkan banyak kendaraan, penonton, dan aktivitas pendukung tersebut dapat menimbulkan sejumlah dampak terhadap lingkungan sekitar. Sabtu, (08/08/2026).
1. Pencemaran Udara
Ratusan kendaraan yang datang ke lokasi, ditambah motor balap yang bekerja pada putaran mesin tinggi, dapat meningkatkan emisi gas buang dan partikulat di sekitar arena. Dampaknya semakin besar apabila kendaraan menggunakan sistem knalpot yang menghasilkan emisi lebih tinggi. Penelitian mengenai knalpot racing menunjukkan adanya perbedaan emisi dan tingkat kebisingan dibandingkan knalpot standar. (E-Journal IVET)
2. Kebisingan
Suara mesin dan knalpot merupakan salah satu dampak paling nyata. Pada kegiatan balap, kebisingan terjadi berulang selama sesi latihan maupun perlombaan dan dapat mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Studi mengenai kebisingan motorsport menunjukkan bahwa masyarakat, pekerja, penonton, dan penerima sensitif lainnya dapat terpapar tingkat kebisingan yang tinggi selama kegiatan berlangsung. (ScienceDirect)
3. Timbulan Sampah
Banyaknya penonton dan pedagang dapat menghasilkan sampah plastik, botol minuman, kemasan makanan, dan berbagai jenis sampah lainnya. Tanpa sistem pemilahan dan pengangkutan yang baik, sampah dapat tertinggal di sekitar arena, masuk ke drainase, bahkan terbawa ke sungai.
4. Pencemaran Tanah dan Air
Kegiatan perawatan kendaraan dapat menghasilkan oli bekas, bahan bakar, cairan mesin, dan limbah lainnya. Jika terjadi kebocoran atau pembuangan sembarangan, bahan tersebut berpotensi mencemari tanah dan saluran air.
5. Kerusakan Ruang Terbuka
Penggunaan lapangan atau ruang terbuka sebagai arena sementara dapat menyebabkan kerusakan rumput, tanah, vegetasi, dan fasilitas lingkungan apabila tidak dilakukan pemulihan setelah kegiatan selesai.
6. Kemacetan dan Tekanan Lingkungan
Mobilitas peserta dan penonton dalam jumlah besar dapat meningkatkan kepadatan lalu lintas, konsumsi bahan bakar, emisi kendaraan, serta tekanan terhadap fasilitas umum di sekitar lokasi.
Road Race Harus Tetap Ramah Lingkungan
Penyelenggaraan road race bukan berarti harus dilarang. Yang perlu diperkuat adalah standar pengelolaan lingkungannya. Panitia seharusnya menyediakan tempat sampah terpilah, memastikan pengelolaan oli dan limbah bengkel, melakukan pengukuran kebisingan, mengendalikan emisi kendaraan, menyediakan toilet dan sanitasi yang memadai, serta memastikan lokasi dikembalikan bersih dan tidak rusak setelah acara.
Kesimpulannya, keberhasilan sebuah road race jangan hanya diukur dari jumlah peserta dan penonton, tetapi juga dari seberapa kecil jejak lingkungan yang ditinggalkan. Olahraga otomotif harus berkembang, tetapi lingkungan tetap harus terlindungi.
Artikel ini menjadi catatan redaksi khusus edukasi Lingkungan, yang di rangkum dari berbagai sumber dan Kampanye Oleh Sahabat Lingkungan (SALING).
