Kepala Badan Keahlian DPR RI Inosentius Samsul. Foto: Instagram/ @bk_dprri
Visiokreatif.com – Jakarta. Kepala Badan Keahlian DPR Inosentius Samsul menjalani fit and proper test di Komisi III DPR sebagai calon hakim konstitusi. Dia menjadi calon tunggal hakim MK dari usulan DPR yang akan menggantikan hakim Arief Hidayat yang pensiun pada Februari 2026.
Dalam fit and proper test tersebut, Inosentius menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh anggota Komisi III DPR. Salah satunya dari politikus PAN, Sarifuddin Suding, yang bertanya soal transformasi MK jika Inosentius jadi hakim konstitusi.
Apa jawaban Inosentius?
“Nah kalau ditanya bagaimana transformasi MK ke depan, maka saya berpandangan hal yang paling penting adalah untuk mengembalikan Mahkamah Konstitusi seperti apa yang dicita-citakan baik yang diatur pada perdebatan perubahan UU 1945 maupun UU No. 24 tahun 2003 tentang MK,” kata Inosentius di forum tersebut, Rabu (20/8/2025).
“Jadi bagaimana MK yang putusannya juga berwibawa, bisa memberikan solusi kepada bangsa dan negara ini, dan juga putusan yang tadi disampaikan bisa memberikan manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara, bukan melahirkan masalah baru, tidak dalam arti memberikan pemikiran yang menimbulkan kontroversi di masyarakat,” sambungnya.
Jawabannya itu selaras dengan misi yang dipaparkannya di depan anggota dewan. Dia ingin putusan MK tidak menimbulkan kontroversi.
“Meningkatkan kualitas putusan, mudah dipahami, dapat dilaksanakan, menjadi solusi, dan tidak menimbulkan kontroversi,” kata dia.
Misi lainnya yakni menjaga integritas sebagai hakim MK dan taat pada aturan. Memberikan sanksi pada pihak yang melanggar aturan, dan menerima sanksi apabila ada pelanggaran. Dia juga ingin menjadi contoh bagi hakim serta pegawai di lingkungan MK.
Selain itu ia ingin menguatkan kemandirian hakim MK, serta menciptakan peradilan yang transparan. (*)
