Robin Manurung, Anggota DPRD Kota Pematangsiantar. Foto: Ist/net.
Visiokreatif.com – Pematangsiantar. Tiga Partai Politik baru-baru ini konferensi Pers, mengumumkan 5 Anggota DPR yang dianggap pemicu ketersinggungan rakyat, dengan bias gejolak aksi demo berturut-turut secara menyeluruh hingga ke daerah, menempuhkan kebijakan dalam keputusan penonaktifan kelima Anggota DPR tersebut.
Kelima Anggota DPR tersebut, Ahmad Saroni dan Nafa Urbach dari Partai Nasdem, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya dari PAN, kemudian Adies Kadir dari Partai Golkar. Dinonaktifkan karena perilaku yang menuai kontroversi.
Kebijakan keputusan 3 Partai Politik itupun, menuai pertanyaan terhadap implementasi di Daerah, khususnya di Kota Pematangsiantar, yang mana beberapa waktu lalu, sempat viral, adanya respon salah satu anggota DPRD yang lalu tangan terhadap massa demo mahasiswa.
Hal itu diungkapkan, Handoko, seorang Pengamat Politik, menyinggung Robin Manurung DPRD Pematangsiantar, asal Partai Nasdem, hingga saat ini belum menerima konsekuensi apapun secara kelembagaan maupun partai.
“Video yang beredar, Robin Manurung terlihat mengarahkan tangannya kearah perut seorang mahasiswa sambil ikut berteriak masuki-masuki,” kata Dede kepada Visiokreatif, Kamis (04/9/2025).
Selanjutnya, Handoko merasa kesal, dimana seorang Wakil Rakyat, menyikapi Pelajar yang tengah melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Pematang Siantar pada Rabu 9 April 2025 lalu, harus direspon dengan lalu tangan.
“Sikap kader Partai NasDem yang sudah duduk menjadi Anggota Legislatif seperti ini juga harus menjadi perhatian serius DPP Partai NasDem,” tegas Handoko.
Sebab, sambung Handoko, Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Pematang Siantar hingga kini hanya diam. Padahal hal ini menurut Handoko, menyangkut reputasi para Legislator di DPRD Pematangsiantar.
“Kita tunggu ini bagaimana kebijakan dan keputusan lembaga maupun partai terhadap Robin Manurung, karena sama konteks dengan 5 DPR yang telah menuai kontroversi membuat ketersinggungan rakyat,” ujar Handoko mengakhiri.
Sekedar mengetahui, bahwa peristiwa itu, bermula ketika Robin Manurung tengah berada di depan Kantor Sekretariat DPRD Pematangsiantar, turut bersama dewan lain, memantau jalannya aksi unjuk rasa Mahasiswa pada 9 April 2025 yang lalu.
Namun, tiba-tiba situasi ricuh, menjadikan Mahasiswa dengan pihak Kepolisian berserta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol – PP) Pematangsiantar, terlibat saling dorong.
Baca Juga: NasDem Copot Sahroni dan Nafa Urbach dari Anggota DPR
Kericuhan itu menyebabkan, 3 orang dari Mahasiswa massa Pendemo diamankan, salah satu diantaranya, mendapat pukulan dari Robin Manurung saat digiring ke dalam kantor Sekretariat DPRD Pematangsiantar.
Tak hanya sampai disitu, Robin Manurung juga meneriaki mahasiswa dimaksud, dengan kalimat; “masukin masukin”.
Persoalan itupun, sudah dilaporkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi USI ke BKD DPRD Pematangsiantar. (Lap.Red)

1 thought on “5 DPR Pemicu Ketersinggungan Rakyat Dinonaktifkan, di Siantar Dewan Robin Manurung Partai Nasdem Kapan?”
Comments are closed.