Mendagri Tito Karnavian dalam Seminar Internasional Jepang-Indonesia di Jakarta, Kamis (25/9/2025). Foto: Dok. Kemendagri
Visiokreatif.com – Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti masih maraknya pemborosan dalam pengelolaan keuangan di pemerintah daerah (pemda). Tito meminta jumlah rapat dan perjalanan dinas (perdinas) dikurangi, sebab menurut dia daerah harus segera melakukan efisiensi belanja agar anggaran bisa lebih berdampak langsung pada masyarakat.
Tito menekankan efisiensi bukan berarti memangkas belanja penting seperti gaji pegawai. Menurut dia, belanja wajib tetap harus dibayar, tetapi belanja birokrasi dan operasional perlu ditata ulang agar tidak menguras anggaran.
“Kita harus melakukan efisiensi belanja, bukan pemborosan. Banyak sekali pemborosan terjadi di daerah, seperti rapat-rapat yang tidak penting cukup dua kali, tapi dibuat sampai sepuluh kali, atau perjalanan dinas yang seharusnya empat kali tapi bisa sampai 20 kali,” kata Tito dalam gelaran Peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Tito mengatakan Master Plan Produktivitas Nasional yang diluncurkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas ini akan menjadi pedoman bagi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), utamanya soal efisiensi belanja daerah.
Tito juga menyinggung kondisi fiskal nasional.
Dia menyebut, pada tahun 2025 terjadi penyesuaian dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah, dari sekitar Rp 969 triliun menjadi Rp 916,5 triliun, maka dia meminta seluruh Pemda melakukan efisiensi dan mengelola anggaran dengan lebih cermat.
Dia kemudian mencontohkan daerah yang mampu mengelola anggaran hasil efisiensi dengan baik yaitu Kabupaten Lahat, yang berhasil menghemat sekitar Rp 462 miliar dari pos belanja birokrasi dan mengalihkannya untuk pembangunan irigasi seluas 8.000 hektare lahan pertanian.
Tito menegaskan, praktik efisiensi seperti itu perlu ditiru oleh daerah lain.
“Efisiensi itu wajib, dan bisa dilakukan tanpa mengorbankan pelayanan publik. Justru dengan begitu, anggaran bisa dipakai untuk hal yang lebih produktif,” tutupnya. (*)
