Presiden Prabowo Subianto. Foto: Mauro Pimentel/AFP
Visiokreatif.com – Jakarta. Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketimpangan antara keberadaan sistem kenegaraan yang lengkap dengan kenyataan bahwa sebagian rakyat masih hidup dalam kemiskinan. Dengan ini, menurutnya, Indonesia belum merdeka seutuhnya.
“Kita punya semua bentuk semua bentuk kenegaraan DPR, MPR DPD, Gubernur, menteri kita punya semua, tapi rakyat kita masih ada yang lapar kita belum merdeka, rakyat kita masih sangat miskin kita belum merdeka,” kata Prabowo dalam pidatonya saat peluncuran 80.000 Kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7/2025).
Ia menjelaskan konsep kemerdekaan tidak semata-mata tentang lambang negara, lembaga legislatif, dan atribut kenegaraan lainnya. Menurutnya, kemerdekaan sejati adalah kemandirian ekonomi yang mampu mensejahterakan seluruh rakyat.
“Karena Saudara-saudara sekalian saya ingin ingatkan kemerdekaan bukan hanya lagu kebangsaan merah putih DPR MPR dan sebagainya, iya, kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut berbagai bentuk gerakan ekonomi rakyat seperti koperasi kerap tidak disukai oleh kekuatan ekonomi besar. Menurutnya, koperasi dianggap sebagai alat perlawanan kaum kecil yang dapat mengganggu dominasi para kapitalis.
“Gerakan-gerakan seperti ini tidak disukai oleh kapitalis besar pemodal besar tidak suka. Jadi dalam pengertian mereka tidak semua tentunya ya, bahwa dianggap bisa saingan.”
“Dan ada negara-negara tertentu di dunia yang memang tidak suka melihat ada negara baru negara besar yang mau bangkit ini adalah masalah manusia, masalah geopolitik, masalah hegemoni,” tutup dia. (*)
