Petani mengumpulkan jagung untuk pakan ternak saat proses penjemuran di Desa Alue Bagok, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Jumat(26/7/2024). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Visiokreatif.com – Jakarta. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan peternak sudah bisa membeli jagung dengan harga Rp 5.500 per kilogram (kg) mulai hari ini. Langkah ini merupakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Kebijakan penggelontoran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang dikantongi Perum Bulog ini diketok karena tingginya harga jagung. Sebab tingginya harga jagung sebagai pakan, berimbas pada meroketnya harga telur hingga daging ayam.
Dalam program intervensi harga jagung, pemerintah menyiapkan CJP sebanyak 52.400 ton jagung sampai awal Desember 2025 dengan anggaran sebesar Rp 78 miliar yang saat ini sudah dikantongi Bapanas. Nantinya distribusi SPHP jagung ini akan dilakukan oleh Bulog.
“Hari ini sudah bisa dimulai SPHP jagung, ini ready stock dan siap didistribusikan 52.400 ton. Anggaran yang disiapkan Badan Pangan Nasional Rp 78 miliar.
Badan Pangan Nasional menyiapkan skema Rp 5.500 (per kg) itu petani bisa terima,” tutur Arief di Kantor Bapanas, Rabu (24/9/2025).
Dengan harga jagung peternak Rp 5.500 per kg, Arief memastikan biaya komponen produksi jagung pakan seperti ongkos kirim, pengeringan dan sederet proses lain akan ditanggung pemerintah melalui Bulog.
Lebih lanjut, Arief juga menjelaskan harga Rp 5.500 per kg untuk SPHP jagung ini merupakan keputusan Bapanas di bawah koordinasi Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).
“Jadi gak usah khawatir, peternak mandiri, peternak rakyat ini menjadi prioritas sampai dengan akhir tahun ini,” tutur Arief.
Koordinator Rumah Kebersamaan Peternak Layer Mandiri Wilayah Blitar Kediri Tulungagung Malang Trenggalek (BKT MT) Eti Marlina mengatakan program ini akan membantu peternak mendapatkan harga jagung yang baik. Dia mengaku saat ini harga jagung tanpa program SPHP menyentuh Rp 6.700 hingga Rp 6.800 per kg.
“Ini (program SPHP) akan membuat harga jagung jadi stabil dan peternak, terutama UMKM itu bisa segera menikmati harga jagung dengan harga wajar. Kami tidak minta harga murah, tapi harga wajar, yang nanti bisa berkorelasi dengan harga penjualan,” jelas Eti dalam kesempatan yang sama.
Berdasarkan laman Panel Harga Bapanas per pukul 11.37 WIB Rabu (24/9), jagung ditingkat peternak mencapai Rp 6.698 per kg atau lebih tinggi 15,48 persen dari harga acuan Rp 5.800 per kg. Pada 1 September lalu, jagung di tingkat petani dibanderol Rp 6.628 per kg atau lebih tinggi 14,28 persen dari harga acuan. (*)
