Partai Nasdem/Anggota DPRD Kota Pematangsiantar Robin Manurung. Foto:ist/net (Kolase: Visiokreatif Pictures)
Visiokreatif.com – Pematangsiantar. Menyoal DPRD Pematangsiantar, bernama Robin Manurung, dimana beberapa waktu silam, viral karena lalu tangan kepada salah seorang massa pendemo mahasiswa, menuai kontroversi, hingga saat ini partai pengusung Nasdem, mengakomodir penanganan yang berbeda dengan nasib Ahmad Saroni dan Nafa Urbach, dinonaktifkan Nasdem, karena perilaku menuai kontroversi ketersinggungan rakyat pada 1 September lalu. Senin,(08/09/2025).
Hal itu pun membuat Partai Nasdem, terkhusus DPW Provinsi Sumatera Utara turunan DPD Nasdem Pematangsiantar, dituding melindungi “preman”, karena perilaku Robin yang lalu tangan identik layak gaya lakon seorang preman.
Tudingan itu dilontarkan, oleh Muhammad Hizry, mahasiswa yang saat ini, duduk di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU).
“Kecewa kali lah. Partainya (Nasdem-red) kayak pelindung preman, bukan pelayan rakyat. Kalau masih dipelihara kader kayak gitu, sama aja partainya ikut menampar rakyat. Jadi, buat apa ada partai politik, kalau fungsinya cuma melindungi orang bermasalah,” kata Muhammad Hizry, kepada awak media ini, Senin (8/9/2025).
Tudingan itu, oleh Hizry dikuatkan dengan penanganan dari DPW Sumatera Utara dan DPD Nasdem Pematangsiantar, tidak memiliki lanjutan informasi penanganan kepada khalayak publik, sehingga terkesan ada upaya meredam persoalan Robin Manurung tersebut.
Baca Juga: Robin DPRD Siantar yang Viral, Beda Kebijakan Nasdem dari Sahroni & Nafa Urbach
“Kelihatan kali, ini bukan peredaman lagi, tapi pemakaman kasus. Dibungkus rapat-rapat agar rakyat lupa. Padahal rakyat sekarang ga gampang dibodohin. Yang ada, makin lama didiamkan, makin busuk nama Robin dan partainya,” kata Mahasiswa USU Kelahiran Siantar itu, menegaskan.
Pada akhir penyampaian Hizry, mengisahkan, ibarat bangkai busuk ditutupi dengan karpet, pasti tercium aroma busuknya.
Sekedar mengulas kembali, bahwa Frans Herbert Siahaan, Ketua DPD Nasdem Pematangsiantar, menjelaskan, persoalan Robin Manurung yang viral pada April lalu, karena perilaku kontroversi, lalu tangan terhadap seorang massa pendemo mahasiswa yang digiring masuk pasca terlibat saling dorong dengan Aparat Kepolisian juga Satpol – PP, oleh Frans Herbert, langsung mendapat penanganan dan dilanjutkan pada DPW Nasdem Provinsi Sumatera Utara, mendapat pengakuan Robin, merasa tidak ada lalu tangan, sehingga pihak DPW dalam lanjutan penanganan, lebih berdasar pada ada tidak Laporan Polisi proses hukum kejadian dimaksud. (Lap.Abd)
