Varian Roti yang di Produksi oleh Naroti Bakery Siantar. Foto: Dok. Istimewa.
Visiokreatif.com (kuliner) Pematangsiantar. Weekend istilah trend yang tak asing lagi, mengartikan hari akhir sepekan dari aktivitas dan kegiatan rutinitas kantoran maupun sekolahan. Minggu, (31/08/2025).
Weekend pun, menjadi momen waktu untuk berkumpul bersama keluarga, dengan aktivitas santai, bisa bersama kerabat atau para kolega.

Waktu santai bersama kerabat atau kolega itupun, tak melewatkan hidangan-hidangan ringan, mengisi berbagai topik obrolan yang diputuskan oleh detak jarum jam, sebagai tanda akhir dari perkumpulan obrolan.
Waktu kumpul bersama kerabat atau kolega di akhir sepekan itu pun, dilirik Naroti Bakery sebagai peluang weekend sebagai santapan ringan hidangan yang tepat.
Santapan ringan dimaksud, oleh Naroti menyuguhkan beberapa jenis roti panggangan. Seperti; Jenis vanila, cokelat, roti kelapa, mocca seres, pizza, kopi, roti kosong dengan pilihan olesan sesuai selera.

Pilihan jenis roti itu, sekaligus merupakan jenis rasa yang sudah pasti disesuaikan dengan panca indera perasa ala Kota Siantar, untuk kalangan anak, remaja dewasa dan orangtua.
Tak hanya soal pilihan rasa, Naroti juga menyesuaikan cuan para Pembeli, sehingga memang tepat dijadikan santapan ringan weekend keluarga.
Cuan yang dikeluarkan Pembeli, bisa 5 ribu, 8 ribu hingga puluh ribuan, per bungkus yang isinya cukup mengenyangkan lambung sehat.
Menemukan jenis-jenis roti panggangan Naroti, bisa didapat di toko sekaligus tempat produksi, di jl.Nagur, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, persi tak jauh dari keberadaan Mesjid yang ada di sekitar itu.
Disamping keberadaan toko di jalan nagur, produk Naroti juga bisa didapatkan di Gerai Lapak Dimensi Kopi, yang terletak di Jl.Bali, persis di samping SMK Negeri 1 Pematangsiantar.
Rara pun, pemilik nama yang selalu dengan senyuman, menanti para pembeli di Gerai Lapak Dimensi Jl.Bali.
“Ingat ngopi, ingat naroti. Ingat teh manis, kami sambut senyuman manis para pembeli,” kata Rara, yang keseharian sebagai pentolan Naroti di gerai lapak jalan bali. (Lap.Red)
