Para demonstran berlindung di balik barikade darurat ketika bentrokan dengan aparat keamanan saat melakukan aksi protes menentang razia imigrasi federal di pusat kota Los Angeles, California, Minggu (8/6/2025). Foto: ETIENNE LAURENT/AFP
Visiokreatif.com – Los Angeles. Demo rusuh menentang penggerebekan imigran oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) di Los Angeles berubah jadi penjarahan dan vandalisme pada Selasa (10/6/2024) malam.
Dikutip dari NDTV, demonstran menjarah sejumlah toko Apple dan Adidas, toko perhiasan, toko mariyuana, dan apotek di wilayah pusat kota.
Demonstran menghancurkan jendela toko Apple di Broadway dan mencuri sejumlah perangkat. Dalam video yang viral di media sosial, terdengar alarm dari iPhone yang dicuri.
Layar pada perangkat bertuliskan, ‘Tolong kembalikan ke Apple Tower Theatre. Perangkat ini telah dinonaktifkan dan sedang dilacak. Otoritas setempat akan diberitahu’.
Kelompok orang yang memakai topeng dan hoodie bergegas masuk ke toko, mengambil sebanyak mungkin barang, dan dengan cepat kabur dengan barang-barang itu. Sejumlah barang yang dicuri bahkan jatuh ke tanah ketika mereka mencoba kabur.
Laporan NBC 4 mengungkapkan beberapa demonstran juga membobol toko Adidas dan melarikan diri dengan sneakers. Ada juga demonstran yang menghancurkan jendela toko perhiasan terdekat dan menjarah barang-barang yang diletakkan di rak. Mereka juga menjarah dua toko mariyuana dan apotek.
Tak hanya itu, demonstran juga menyerang Museum Nasional Jepang Amerika dan menyemprotkan cat bertuliskan ‘F**k ICE’ dan grafiti lainnya di kaca, tembok, dan pameran publik di luar ruangan yang memperlihatkan kisah tentara Jepang-Amerika yang berperang untuk AS selama Perang Dunia II.
Massa kemudian menyerang restoran sushi bernama Otoro Sushi di Little Tokyo. Berdasarkan laporan The NY Post, massa menerobos masuk ke restoran dan mencuri monitor komputer dan peralatan lainnya.
Polisi mengungkapkan setidaknya 14 orang ditangkap karena penjarahan dan 96 orang ditangkap karena gagal membubarkan diri.
Jam malam diterapkan di pusat kota Los Angeles mulai Selasa malam saat Presiden Donald Trump berjanji akan membebaskan Los Angeles dari invasi musuh asing.
Baca Juga: Marinir AS Selesai Gelar Latihan, Akan Dikerahkan ke Los Angeles 48 Jam ke Depan
Demonstrasi di Los Angeles kini memasuki hari kelima sejak pemerintahan Trump melakukan penggerebekan imigran pada Jumat (6/6). Demonstran membawa bendera Meksiko dan negara lainnya sebagai bentuk solidaritas kepada imigran. (*)
