Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Visiokreatif.com – Jakarta. Kementerian Luar Negeri mengajukan tambahan anggaran untuk 2026. Sekjen Kemlu Cecep Herawan mengungkapkan, tambahan anggaran yang diajukan sebesar Rp 4,6 T.
“Guna melaksanakan rencana kerja Kemlu tahun anggaran 2026 dan pemberikan dukungan operasional yang optimal, Kementerian Luar Negeri mengajukan kebutuhan anggaran tambahan tak tertampung sebesar Rp 4.640.639.975.000,” kata Cecep di Ruang Rapat Komisi I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Cecep kemudian merincikan bidang-bidang yang membutuhkan tambahan anggaran. Yang pertama adalah untuk diplomasi dan kerja sama internasional sebesar Rp 1 T.
“Peran dan kepemimpinan Indonesia di kerja sama multilateral sebesar Rp 8 M, kedaulatan dan perjanjian internasional Rp 20 M, perlindungan WNI dan pelayanan publik Rp 101 M, dukungan manajemen Rp 2,6 M,” ungkap Cecep.
Ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena untuk pagu anggaran tahun 2026, Kemlu belum mendapat alokasi belanja non-operasional untuk hampir seluruh program kementerian.
Sementara untuk pagu anggaran tahun 2026, Kemlu mendapat anggaran sebesar Rp 7,9 T. Sebelumnya, Kemlu telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 16,8 T.
Baca Juga: Dana Pendidikan Ada di Banyak Kementerian, Begini Penjelasan Sri Mulyani
Rincian anggaran untuk pagu anggaran 2026 adalah Rp 7,2 T untuk manajemen, kemudian Rp 118,6 M untuk program perlindungan WNI dan pelayanan publik atau mencakup 2,39 persen dari total pagu indikatif 2026.
Rincian selanjutnya adalah Rp 443 M untuk kepemimpinan Indonesia dalam kerja sama bilateral, penegakan hukum dan perjanjian internasional.
Baca Juga: Mendagri Minta Tambahan Anggaran Rp 3,14 T di 2026: Untuk Blanko KTP-MBG
“Distribusi anggaran tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai, barang operasional khususnya biasa sewa gedung dan wisma, sewa rumah, dan pelaksanaan kegiatan yang mandatory,” pungkasnya. (*)
