Website Penerimaan Seleksi Pendaftaran Online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Foto: Tim Redaksi.
Visiokreatif.com – Pematangsiantar. Peserta Didik Baru khususnya yang telah dinyatakan lulus seleksi melalui seleksi pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk sekolah negeri tingkat Menengah Pertama dan Atas, saat ini hampir selesai dalam melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah.
PPDB online itupun, tak sedikit menuai sorotan. Apakah pelaksanaannya untuk transparansi atau malah menjadi korban teknologi informasi?
Salah satu warga El boru Siahaan, mengaku anaknya dinyatakan tidak lulus saat mendaftar ke SMP Negeri 1 Pematangsiantar, tanpa adanya penjelasan penyebab ketidak lulusan seleksi, dari jalur prestasi atlet olahraga.
“Sampai saat ini dari pihak sekolah itu (SMP N.1-red) tidak ada penjelasan apa penyebab tidak lulus, karena pengumuman baik di papan pengumuman sekolah maupun dari link onlinenya, hanya dibuat tidak lulus,” kata El boru Siahaan, saat curhat kepada awak media, di salah satu sekolah negeri, Kamis (17/7/2025).
El juga mengaku, bahwa untuk mendapatkan penjelasan yang objektif penyebab ketidak lulusan anaknya, begitu sulit, sementara mendaftarnya juga rumit. Betapa tidak, sebab tidak ada sosialisasi yang terstruktur dan tersistem bagaimana pendaftaran online sebelumnya.
“Kalau toh juga harus ke sekolah yang mau didaftar si anak untuk bisa tau bagaimana cara daftar, ngapaian dibuat online, lebih bagus off line manual. Apalagi kan tidak semua orangtua murid itu tau dan punya fasilitas teknologi untuk daftar online,” lanjut El bernada kesal.
Saat diberi penjelasan bahwa secara online lebih mengarah pada transparansi, Ibu setengah baya ini, malah mengaku sebaliknya kemungkinan korban teknologi informasi, mengingat ketidak lulusan anaknya diketahui halayak publik, tanpa ada penjelasan yang objektif alasan tidak lulus.
“Sekolah se-siantar taulah anak ku ga lulus. Buktinya hari itu pengumuman, langsung berdatangan tawaran dari sekolah-sekolah lain untuk daftar ke sekolah itu. Lewat WA itu lo masuk tawarannya. Berartikan anak ku jadi semua tau ga lulus, dan data nomor pribadi jadi nyebar. Coba kalian bayangin gimana orangtua menghadapi beban si anak karena semua tau ga lulus,” ujar El mengisahkan pasca pengumuman ada efek psikis yang timbul pada si anak.
Saat ditanya apa yang akan dilakukannya atas ketidak lulusan anaknya yang menyebar ke khalayak publik, El mengaku sudah menempuh untuk mendapat penjelasan, namun sampai sekarang tidak ada penjelasan yang objektif pada pengumuman secara Online.
“Ya bilang kalian media dan wartawan, bantu supaya ada perbaikan ke depan. Zaman sekarang kan, apa istilahnya itu, bisa diusut diselidiki, macam aku liat di tivi itu sistem online sekolah yang dibuat menteri diusut diperiksa,” kata El mengakhiri menutup pembicaraan. (Tim/Red)
