Ilustrasi ngangkut beras. Foto: kumparan
Visiokreatif.com – Jakarta. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut beberapa perusahaan telah kembali menjual beras dengan harga sesuai kualitasnya. Sebelumnya Amran menemukan terdapat merek beras yang melakukan pengoplosan atau menjual dengan harga tak sesuai kualitas.
Terkait jumlah merek yang melakukan skandal pengoplosan, Amran menyebut berdasarkan investigasi gabungan terdapat 212 merek dari 268 merek yang dijadikan sampel. Untuk pemeriksaan kesesuaian dalam investigasi tersebut, Amran menuturkan prosesnya dilakukan oleh 13 laboratorium.
“Nah alhamdulillah kemarin kami cek, merek yang sudah diumumkan itu sudah mulai sebagian, belum seluruhnya. Itu menarik dan mengganti harganya, harganya sudah standar dan kualitasnya sama,” kata Amran dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementan di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Rabu (6/7/2025).
Berdasarkan 712 sampel, per 15 Juli 2025 untuk beras premium tingkat kesesuaian terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan mencapai 57 persen. Meski begitu untuk beras medium tingkat kesesuaian terhadap HET masih kecil yakni pada 8,9 persen.
“Tapi awalnya ini lebih besar, jadi sudah ada kesadaran dan mereka tahu (salah). Dari salah satu perusahaan kami terima suratnya, kami terima mengimbau, jangan menjual beras yang kualitasnya tidak sesuai dan harga,” ujar Amran.
Terkait metode pengoplosan, Amran menjelaskan dalam temuan investasi awalnya terdapat 85 persen beras premium yang dijual dengan harga yang tidak sesuai dengan kualitas.
“Ada yang dioplos, ada yang tidak dioplos, langsung ganti kemasan. Jadi ini semua beras curah, tetapi dijual harga premium, beras curah tapi dijual harga medium,” kata Amran.
Selain temuan adanya beras yang dijual dengan harga yang tidak sesuai dengan kualitasnya, dari investigasi yang dilakukan Amran juga menemukan terdapat beras yang dijual dengan mengurangi ukuran. (*)
