Anggota Kompolnas Choirul Anam ditemui di Pospam Teteg, Kota Yogyakarta, Senin (23/12/2024). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Visiokreatif.com – Jakarta. Anggota Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional), Choirul Anam, membeberkan hasil pendalaman terhadap insiden penembakan yang dilakukan oleh Kapolres Belawan nonaktif AKBP Oloan Siahaan.
Aksi penembakan ini dilakukan Oloan saat diserang sekelompok pemuda di Tol Belmera, Kota Medan, pada Minggu (4/5/2025).
Anam bilang, dari penyelidikan, pihaknya memang menemukan adanya aksi penyerangan oleh kelompok pemuda tersebut sebelum peristiwa penembakan.
Penyerangan dilakukan terhadap petugas tol. Hal ini berdasarkan keterangan korban hingga petugas tol.
“Mereka memang ada membawa senjata tajam,” kata Anam dalam keterangannya, Sabtu (10/5/2025).
“Kenapa kami sentil petugas Jasa Marga, karena memang petugas sebelum peristiwa penembakan yang dilakukan Pak Kapolres, beberapa menit sebelumnya ada juga mobil Pak Jasa Marga mengalami kekerasan yang mengakibatkan kaca mobilnya pecah,” kata Anam.
Anam bilang, insiden itu juga terjadi di titik di mana AKBP Oloan diserang.
“Di titik yang kurang lebih sama, nanti soal titik harus ada pendekatan digital forensik,” kata dia.
Anam membeberkan, selain menggunakan sajam, para remaja itu juga menggunakan petasan.
“Jadi sekelompok anak-anak itu membawa sajam terkonfirmasi,” kata dia.
“Selain itu yang terkonfirmasi jejak digital adalah kalau istilah di sini petasan, kalau di kampung saya kembang api,” kata dia. (*)
